Selasa, 16 Juli 2013

mau ke mana?

dermaga itu tujuannya
lautan pilihannya
bahtera ini hidupnya
dan diri kita si nakhodanya


-an-

gerhana (sang surya)

akhirnya sang surya bertemu dengan sang rembulan. tidak bisa dibohongi paras bahagia keduanya, yang mendorong mereka untuk berpelukan erat seakan menggugurkan berabad-abad rasa rindu yang di buangnya jatuh ke bumi. kecemburuan pun timbul dari para penghuni bumi dan seketika itu juga melesat satu anak panah dengan cepat, menusuk tepat di dada keduanya, nyaris menggores jantung masing-masing, dan disaksikan oleh seluruh penghuni bumi. satu anak panah singgah di dada mereka, anak-anak panah lainnya siap menyusul. jika mereka mati, matilah semua. sang surya memohon agar satu anak panah di dada mereka segera di cabut dengan persyaratan sang surya tidak akan lagi memeluk sang rembulan bahkan tak akan bertegur sapa hingga tidak tercipta kecemburuan di bumi. satu anak panah di dada mereka dicabut oleh yang sakti dan sang surya dan sang rembulan pamit berpisah. entah sampai kapan, tapi ketika bertemu, mereka hanya bertegur sapa diam, saling melihat punggung masing-masing kemudian berlalu pergi.


-an-

Senin, 15 Juli 2013

pemuda tak bernama

pada waktunya, si pemuda tak bernama akan memiliki nama


-an-

air yang mengalir

katanya "air mengalir akan bermuara ke lautan". ya, mungkin benar. tetapi ada sebagian air yang memilih jalan hidupnya untuk tidak berakhir di lautan. contohnya, ada air yang mengakhiri hidupnya dengan mengisi pori-pori tanah. menelusurinya. ia tahu kemana ia harus pergi, yaitu memberi kehidupan bagi makhluk hidup lain, menjadi penghilang dahaga bagi tumbuhan. sebagian air yang mengalir memilih untuk tidak mengikuti kebanyakan air yang menuju ke laut. mereka memilih jalan hidup lainnya. mereka membuat dirinya bermanfaat lebih dulu. bukannya air di lautan tidak bermanfaat, mereka juga bermanfaat tetapi mereka menempuh perjalanan yang lebih jauh dengan pesaing yang lebih banyak di tempat tujuan. jadi, mau mengalir menuju lautan atau memilih jalan lain seperti air pada tumbuhan? itu pilihan kok, jalan hidup kan pilihan. keduanya bisa sama baiknya asal kita tahu pasti apa dan mengapa kita memilih pilihan tersebut dan kita arahkan untuk apa, bagaimana, dan ke mana?

"(jangan) biarkan hidup mengalir apa adanya, karna air yang mengalir (tidak selamanya) akan bermuara ke laut."


-an-

Sabtu, 13 Juli 2013

cermin

banyak topeng terperangkap dalam cermin
tiap hari berkaca satu per satu secara bergantian
mengumbar kepenatan, mengumbar kegembiraan, mengumbar bisikan hati
yang dimuntahkan di hadapan cermin
sambil memaki, mengumpat, bahkan bergaya bak penjilat
dan cermin tak peduli siapa dia
ribuan topengnya sudah terperangkap di sana


-an-

titik

titik nol
titik jenuh
titik balik
titik.


-an-

Kamis, 11 Juli 2013

ada

kau perkenalkan namamu 'Ada'
jadi, ketika kutanya "apa kau ada?"
kau pasti jawab 'ya, aku Ada.'
seharusnya sebelum kau berlalu pergi,
kutanya dulu nama lengkapmu
sehingga jelaslah
kenapa kau "Tidak Ada"


-an-