akan dituangkan kata
ke dalam gelas kau punya kosong
minum atau tidak, terserah kau punya mau
karna kau yang punya pikir dan kau yang punya raga
-an-
Kamis, 11 Juli 2013
Senin, 08 Juli 2013
nada-nada pemuda tak bernama
Nada-nada itu
kembali hadir menemui
Untuk mengajak
pergi berlari
Menari-nari di
padang ilalang sepi
Hanya sendiri
Dituntun angin
dingin dan
jatuh di peluk
rerumput luas
Dinaungi lautan langit
yang dihuni awan berarak
terlihat sedang bermain
menyembunyikan separuh surya
Menutuplah rela
pelupuk mata,
bernapas mengisi
jiwa,
mencari nada-nada
yang di tiup angin lepas
dan merdu
dilantunkan semesta
Nada-nada yang
masih sama
Terdengar,
seperti pada hari sepasang mata bertemu
pandang
Tidak tahu siapa
nama
Hingga sore
menjelang
Nada-nada belum
juga bercerita nama
dari sepasang
mata milik seorang pemuda
dan napas masih
mengisi jiwa yang sama,
menanti nama di
ujung nada yang sama
Setelah tadi
kembali melihat sepasang mata
milik seorang
pemuda tak bernama
-an-
Minggu, 07 Juli 2013
kenalan-sendiri
Kemarin katanya
lagi-lagi kau sendiri?
Tadi juga kau
sendiri?
Sekarang masih
sendiri?
Apa besok masih
mau sendiri?
Rupanya kita belum
mengerti.
Sendiri yang kita bilang satu itu,
sebenarnya genap
dua.
Ada Tuhan tuh.
Sudah kenalan belum?
Tuhan, kita kenalan yuk!
-an-
tik tok TENG!
Terdengar tidak?
Suara jam di
dinding
Yang berdetak
Tik
Tok
Tik
Tok
Kini membungkam
Tepat pukul
0
TENG!
Ikut tertidur
pulas
-an-
Sabtu, 06 Juli 2013
hari yang dulu
bisakah kita
bertemu dengan hari yang dulu
pada hari kau
berkisah tentang senja
ketika kita duduk
di atas pasir putih ditemani deru ombak
kau bilang
matahari akan segera pergi
saat itulah kita
bertemu senja
kau katakan senja
adalah pertemuan
aku katakan senja
adalah sebuah perpisahan
kau bilang senja
sebuah penantian
aku bilang senja
adalah harapan kosong
matamu berkata
melihat jingga
mataku berkata
melihat kelam
lalu kaupun
bertanya mengapa?
pada hari kau
berkisah tentang senja
aku memulai kisah
tentang malam
ketika senja
menghilang,
alam mendukung
latar cerita perlahan
ada bulan besar
di depan mata kita
yang tidak mau mengganggu malam dengan sinarnya
tapi kau bilang
kau tak suka malam
aku bilang aku
suka malam
malam adalah waktu menyepi terbaik
kau bilang malam
adalah tidur
aku bilang malam
adalah terjaga
dan kau akan
menemui kau di situ
esoknya kita
kembali melihat senja dan malam
sekarang kau
bilang matamu melihat kelam
aku justru
melihat jingga
kau bilang kau
terjaga pada malam
justru aku
tertidur pada malam
kau sepakat senja
adalah harapan kosong
aku malah sepakat
senja adalah penantian
kau berkata kau
suka malam
aku berganti suka
senja
kau suka senja
aku suka malam
akhirnya
kita tahu
meski kita
simpan dalam diri masing-masing.
jadi, bisakah
kita bertemu pada hari yang dulu itu?
setelah kau
berkisah tentang senja
kita akan berkata
bahwa ternyata kita tak pernah sepaham
-an-
Jumat, 05 Juli 2013
telepon
semalam berdering dering telepon di ruang tengah rumah dan malam yang mengangkatnya menyapa 'selamat malam.' tak lama, malam menatap kearahku, bingung. katanya si penelpon mencari seseorang. aku bilang pada malam, "coba kau tanyakan, dari siapa?" dan tak lama malam kembali berkata sambil berbisik kata 'seseorang'. "sekarang kau tanyakan, mau mencari siapa?"
'seseorang.'
"iya.. tanyakan nama seseorang itu."
'se-se-o-rang.'
"NAMANYA!"
'katanya seseorang! dia mencari seseorang! dari seseorang! namanya seseorang!'
"sudah! jangan buat saya pusing dengan seseorang yang mencari seseorang yang bernama seseorang! sekarang tanyakan ada perlu apa seseorang dengan seseorang? biar nanti kalau seseorang tiba ada seseorang yang memberitahunya."
malam kembali menempelkan telinganya lekat pada gagang telepon, memastikan mendengar dengan baik jawaban dari seberang sana.
'sesuatu' sambil mengernyitkan dahi, malam memberitahu jawaban dari seberang.
"iya... tapi apa sesuatunya itu?!"
kembali malam bertanya pada seseorang di seberang dan kembali ia mengernyitkan dahi. 'ada sesuatu. dia hanya bilang ada sesuatu.'
"jangan bercanda! kemarikan teleponnya!"
'tidak tuan. dia ingin berbicara dengan seseorang, bukan dengan tuan.'
"begini saja, kau bilang padanya kalau seseorang ada. lalu kau berikan telepon itu kepadaku."
'kau menyuruhku berbohong?'
"tidak, tidak. kau tidak berbohong. kita hanya bermain peran saja. kau sebagai malam dan aku sebagai seseorang. ini hanya sebuah permainan."
malam terus menimbang-nimbang pernawaran barusan.
"sudah jangan terlalu lama berpikir."
'ini hanya peran ya!' tegas malam. 'tanpa dusta'
tak lama, malam memberikan gagang telepon itu.
kemudian seseorang mengawali pembicaraan dengan seseorang di seberang sana.
"selamat malam. saya seseorang. katanya ada sesuatu yang ingin anda sampaikan kepada saya? kalau boleh tahu ada apa dengan sesuatu? apa sesuatu yang buruk terjadi kepadanya?"
'ah! seseorang! ya! ya! sesuatu terjadi padanya!'
"ada apa dengan sesuatu?"
'ada kabar.'
"baik atau buruk?"
'kacau.'
"apa ada hubungannya denganku?"
'apa kau seseorang?'
"ya"
'kalau ya kau seseorang, maka benar ada hubungannya denganmu'
"kau juga seseorang kan?"
'ya'
"berarti ada hubungannya juga denganmu?"
'tidak! tidak! ah! iya! iya! tapi nanti.'
"nanti? begini tuan seseorang, saya rasa sudah cukup bercandanya. pembicaraan ini sungguh bertele-tele. sekarang tolong dipersingkat dan diperjelas apa yang anda ingin maksudkan?"
'maafkan saya tuan, saya hanya ingin memberitahu sesuatu terjadi...'
"pada?"
'alam. kacau.'
"alam? lalu?"
'saya ingin minta pertanggungjawaban dari seseorang karna seseorang akan menjadi korban nanti. anda seseorang kan?'
-an-
'seseorang.'
"iya.. tanyakan nama seseorang itu."
'se-se-o-rang.'
"NAMANYA!"
'katanya seseorang! dia mencari seseorang! dari seseorang! namanya seseorang!'
"sudah! jangan buat saya pusing dengan seseorang yang mencari seseorang yang bernama seseorang! sekarang tanyakan ada perlu apa seseorang dengan seseorang? biar nanti kalau seseorang tiba ada seseorang yang memberitahunya."
malam kembali menempelkan telinganya lekat pada gagang telepon, memastikan mendengar dengan baik jawaban dari seberang sana.
'sesuatu' sambil mengernyitkan dahi, malam memberitahu jawaban dari seberang.
"iya... tapi apa sesuatunya itu?!"
kembali malam bertanya pada seseorang di seberang dan kembali ia mengernyitkan dahi. 'ada sesuatu. dia hanya bilang ada sesuatu.'
"jangan bercanda! kemarikan teleponnya!"
'tidak tuan. dia ingin berbicara dengan seseorang, bukan dengan tuan.'
"begini saja, kau bilang padanya kalau seseorang ada. lalu kau berikan telepon itu kepadaku."
'kau menyuruhku berbohong?'
"tidak, tidak. kau tidak berbohong. kita hanya bermain peran saja. kau sebagai malam dan aku sebagai seseorang. ini hanya sebuah permainan."
malam terus menimbang-nimbang pernawaran barusan.
"sudah jangan terlalu lama berpikir."
'ini hanya peran ya!' tegas malam. 'tanpa dusta'
tak lama, malam memberikan gagang telepon itu.
kemudian seseorang mengawali pembicaraan dengan seseorang di seberang sana.
"selamat malam. saya seseorang. katanya ada sesuatu yang ingin anda sampaikan kepada saya? kalau boleh tahu ada apa dengan sesuatu? apa sesuatu yang buruk terjadi kepadanya?"
'ah! seseorang! ya! ya! sesuatu terjadi padanya!'
"ada apa dengan sesuatu?"
'ada kabar.'
"baik atau buruk?"
'kacau.'
"apa ada hubungannya denganku?"
'apa kau seseorang?'
"ya"
'kalau ya kau seseorang, maka benar ada hubungannya denganmu'
"kau juga seseorang kan?"
'ya'
"berarti ada hubungannya juga denganmu?"
'tidak! tidak! ah! iya! iya! tapi nanti.'
"nanti? begini tuan seseorang, saya rasa sudah cukup bercandanya. pembicaraan ini sungguh bertele-tele. sekarang tolong dipersingkat dan diperjelas apa yang anda ingin maksudkan?"
'maafkan saya tuan, saya hanya ingin memberitahu sesuatu terjadi...'
"pada?"
'alam. kacau.'
"alam? lalu?"
'saya ingin minta pertanggungjawaban dari seseorang karna seseorang akan menjadi korban nanti. anda seseorang kan?'
-an-
Selasa, 02 Juli 2013
meninggalkan
raja mati meninggalkan tahta
penulis mati meninggalkan karya
guru mati meninggalkan ilmu
surya mati meninggalkan lelap
tikus mati meninggalkan bangkai
yang hidup akan mati
yang mati akan meninggalkan
aku hidup akan mati
apa yang ditinggalkan?
-an-
penulis mati meninggalkan karya
guru mati meninggalkan ilmu
surya mati meninggalkan lelap
tikus mati meninggalkan bangkai
yang hidup akan mati
yang mati akan meninggalkan
aku hidup akan mati
apa yang ditinggalkan?
-an-
Langganan:
Postingan (Atom)